SMK Negeri 5 Pekanbaru, Melalui Pramuka Aktualisasi dan Halang Rintang, Mengenal Lebih Dekat dengan Wisata Alam di Riau

SMK Negeri 5 Pekanbaru – Pramuka Aktualisasi SMK Negeri 5 Pekanbaru kembali menggelar kegiatan Lintas Alam, Sabtu, 4 November 2017 yang diikuti lebih dari 500 peserta didik SMK Negeri 5 Pekanbaru khususnya kelas XI. Kegiatan Lintas Alam merupakan salah satu program wajib tahunan dalam agenda kegiatan Pramuka aktualisasi SMK Negeri 5 Pekanbaru. Tahun ini SMK Negeri 5 Pekanbaru memilih Air Terjun Oshang Kabupaten Kampar yang menjadi destinasi tempat Lintas Alam bagi peserta didik SMK Negeri 5 Pekanbaru. Pramuka aktualisasi yang dikoordinatori oleh salah satu pembina pramuka, Kak M. Aulia Ismail, S.Kom, memiliki tiga agenda wajib yang secara berkelanjutan dilaksanakan oleh SMK Negeri 5 Pekanbaru. Di antara kegiatan wajib tersebut adalah Kemah pembaiatan bagi peserta didik kelas X, kegiatan Lintas Alam bagi peserta didik kelas XI, dan Kegiatan kemah bhakti bagi peserta didik kelas XII.

            Kegiatan Lintas Alam kali ini terbagi atas dua gelombang, mengingat jumlah peserta didik yang sangat banyak. Gelombang pertama diadakan pada tanggal 4 November 2017 di Oshang Kabupaten Kampar. Kegiatan selanjutnya akan diadakan di tempat destinasi yang lain.

Seluruh peserta didik yang mengikuti kegiatan Lintas Alam dimulai pada hari Jum’at, 03 November 2017 pukul 17.00. Kegiatan malam dilanjutkan dengan pembekalan materi Lintas Alam yang disampaikan langsung oleh Kak Joko Suwono, S.Pd selaku penanggung jawab kegiatan Lintas Alam SMK Negeri 5 Pekanbaru tahun 2017. Kegiatan pembekalan materi berakhir pada pukul 20.30 dan dilanjutkan dengan waktu istirahat untuk menyiapkan tenaga guna mengikuti kegiatan Lintas Alam. Sabtu, 03 November 2017 Pukul 04.30, kegiatan dimulai dengan melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Dengan 9 Bus Kota, seluruh peserta kegiatan Lintas Alam berangkat menuju Wisata Air Terjun Oshang Kabupaten Kampar. Kegiatan Lintas Alam tersebut bukan hanya sekedar ajang untuk jalan-jalan semata, melainkan sebagai media menyalurkan mental peserta didik dalam meniti hutan dan lebih dekat dengan alam.

            Lintas Alam yang dilaksanakan oleh Pramuka Aktualisasi terbagi atas 5 Pos, di antaranya Pos Pelepasan yang bertugas memeriksa kelengkapan peserta Lintas Alam, Pos 2 yang bertugas memberikan perintah membuat lagu yel-yel, Pos 3 yang bertugas memberikan pengarahan cara meniti jurang curam, Pos 3 dengan tugas memberikan Game edukasi kepada seluruh peserta, dan diakhiri oleh Pos 4 yang memberikan halang rintang merayap menyusuri pasir sungai. Seluruh peserta Lintas Alam bersorak gembira pada saat telah memasuki kawasan air terjun Oshang dan seluruhnya bersorak untuk melepaskan kelelahan setelah menjalani beberapa halang rintang yang disiapkan oleh panitia. di setiap Pos persinggahan seluruh peserta diminta memecahkan beebrapa perintah yang dibuat dalam bentuk sandi, di antaranya sandi Kotak 1, sandi cina, Sandi Morse  dan sandi rumput. Kak Joko Suwono, selaku koordinator kegiatan menjelaskan bahwa peserta Lintas Alam tidak hanya berhenti dan diberikan materi di setiap pos penjagaan, namun peserta Lintas Alam harus dapat memecahkan beberapa sandi yang disiapkan di setiap os penjagaan.

            Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMK Negeri 5 Pekanbaru memberi kesempatan kepada para pembina untuk ikut mencicipi halang rintang merangkak di bawah uraian tali rafia.

“Ini kegiatan yang sangat berkesan menurut saya, karena di samping kita dapat menikmati indahnya wisata alam Air Terjun Oshang Kabupaten Kampar, kita juga dapat menjadikan kegiatan ini sebagai ajang kerjasama dalam membantu sesama anggota kelompok. SMK Negei 5 Pekanbaru sangat mensupport seluruh kegiatan yang diadakan oleh Kakak-kakak pembina pramuka aktualisasi SMK Negeri 5 Pekanbaru, yang pada saat ini Pramuka Aktualisasi SMK Negeri 5 Pekanbaru melaksanakan kegiatan lintas alam yang sbeelumnya telah melaksanakan kegiatan kemah bhakti bagi kelas XII di Taman Wisata Alam Mayang Pekanbaru. Dalam kesempatan tadi kita juga mempersilahkan Kakak-kakak Pembina untuk dapat mencicipi halang rintang. Ini juga menjadi hal yang unik, karena di samping menjadi moment yang sangat berkesan, tapi juga, kita telah menunjukkan bahwa sesuai dengan semboyan bahwa Ing Ngarso Sing Tulodo, Ing Madyo Mangun Karsoo, Tut Wuri Handayani, yang memilik arti bahwa guru atau Kakak Pembina itu harus ketika berada di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik, ketika di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dan dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan”, Jelas Kepala SMk Negeri 5 Pekanbaru, Dra. Hj. Dwi Gusneli, MPSA, pada saat memberikan penjelasan kepada tim liputan. Sabtu, (04/11/2017).

            SMK Negeri 5 Pekanbaru yang saat ini telah menjadikan Pramuka sebagai salah satu tempat untuk membentuk karakter peserta didik, senantiasa mengadakan kegiatan positif yang mendorong semangat dan mental peserta didik untuk selalu maju dan berkembang.

 

Comments

comments