Profil Kepala SMK Negeri 5 Pekanbaru

Penerimaan Penghargaan Kepala Sekolah Hebat

Dra. Hj. Dwi Gusneli, MPSA., putri kedua dari pasangan H.  Lukman Hamzah dan Hj. Yusnibar Ali ini lahir pada 2 Agustus 1965 di Bangkinang – Riau. Menempuh pendidikan di SD Negeri 13 Pekanbaru, dan menyelesaikan pendidikan SMP Negeri 1 Pekanbaru pada tahun 1981 dengan predikat Juara 2 Umum Ebtanas.  Kemudian melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Pekanbaru jurusan IPA.

Pada tahun 1984 memilih IKIP Padang sebagai pendidikan lanjutan. Mahasiswa Teladan pada Fakultas Pendidikan Teknologi Kejuruan (FPTK) jurusan Pendidikan Teknik Bangunan ini, menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1988 sebagai pemuncak fakultas dengan meraih gelar akademis Dra.

 Memperoleh tunjangan ikatan dinas selama mengikuti pendidikan S1, maka pada bulan Maret 1989 melalui Direktorat Menengah Kejuruan (Dikmenjur), SK CPNS sebagai guru STM Negeri Tanjung Pinang diterima dan bertugas selama kurang lebih lima tahun sebagai guru teknik bangunan. Disamping mengajar praktek kejuruan, beliau juga pernah bertugas membantu kepala sekolah sebagai guru Bimbingan Konseling dan sebagai Pustakawan.

Mengikuti suami Drs. Busri Octavian yang menikahinya pada 23 Desember 1989 yang pindah tugas ke Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Riau di Pekanbaru, Dwi Gusneli, pindah tugas sebagai guru yang diperbantukan di STM swasta Tunas Karya pada tahun 1994. Pernah menjadi Ketua Jurusan Bangunan STM Tunas Karya, pada tahun 1997 dengan SK Kakanwil Depdikbud propinsi Riau dipindahtugaskan ke STM Negeri Pekanbaru.

Pernah menjadi Ketua Jurusan Bangunan STM Negeri pada tahun 1998 dengan SK Kakanwil Depdikbud Propinsi Riau, Beliau diangkat sebagai Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat dan Industri. Namun baru 1 tahun melaksanakan tugas sebagai Waka Humas, beliau memperoleh tugas belajar yang dibiayai Direktorat Dikmenjur untuk mengikuti pendidikan program S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1999 pada Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan konsentrasi  Sumber Daya Air (Sungai) dan menyelesaikan studi pada tahun 2001.

Kembali bertugas di SMK Negeri 2 Pekanbaru (STM Negeri), Dwi Gusneli membantu kepala sekolah sebagai wakil kepala sekolah urusan kurikulum pada tahun 2003 berdasarkan SK Walikota Pekanbaru Nomor : Kpts. 821.4/KP/2003/06 tanggal 20 Januari 2003. Pada tahun sebelumnya  penulis mengikuti seleksi Guru Berprestasi tahun 2002 tingkat kota Pekanbaru, dan  berhasil meraih peringkat pertama di kota Pekanbaru dan sebagai peringkat ke dua di tingkat Propinsi Riau.

 

 

Memperoleh kesempatan mengunjungi Baitullah di Tanah Suci Mekah pada tahun 2003 adalah sesuatu yang  beliau dambakan dari masa kecil, apalagi keberangkatan didampingi suami tercinta. Sepulang dari Mekah, beliau melanjutkan tugas, dan pada tahun 2005 mengikuti diklat calon kepala sekolah di PPPPTK Medan dan lulus dengan nilai “sangat memuaskan”. Pada tahun 2006, selain mengelola kurikulum sekaligus mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Manajemen Mutu (WMM) untuk persiapan SMKN 2 menuju sertifikasi ISO 9001: 2008.

Lulus mengikuti seleksi calon peserta diklat widyaiswara Dinas Pendidikan Propinsi Riau pada tahun 2006, dalam masa tunggu panggilan untuk mengikuti diklat calon widyaiswara tersebut pada tahun 2007,  kemudian mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah. Berdasarkan SK Walikota Pekanbaru Nomor : Kpts.821. 4/KP/2007/30 tanggal 26 Maret 2007,  Dwi Gusneli dilantik sebagai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Pekanbaru dan pelaksanaan pelantikan pada tanggal 27 Maret 2007. Dan pada tahun 2008  mengikuti Diklat Calon Widyaiswara yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta di Bandung, dan lulus dengan memperoleh sertifikat.

Ditugaskan di unit sekolah baru SMK Negeri 6 Pekanbaru,   harus merencanakan semuanya dari titik “nol”. Sehari setelah dilantik, berbekal informasi dari Dinas Pendidikan kota Pekanbaru beliau mulai menuju ke SMKN 6 yang saat itu belum dikenal lokasinya oleh masyarakat. Berjarak 13 Km dari kantor Dinas Pendidikan dengan kondisi jalan tanah yang berlubang dan berlumpur sejarak 3 Km dari jalan Lintas Timur Sumatera saat itu Beliau hanya temukan ada sebuah gedung tanpa penjaga terletak dalam semak belukar. Tidak ada informasi yang bisa beliau peroleh disana karena tidak ada siapa-siapa yang bisa ditemui di sekitar bangunan tersebut.

Sekembali dari lokasi sekolah, Kepala sekolah baru ini berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota untuk merencanakan tenaga pendidik dan kependidikan untuk kebutuhan proses pendidikan yang akan dilaksanakan disana. Dibantu oleh 17 orang tenaga guru bantu yang dibiayai dari dana APBD Propinsi Riau tahun 2006/2007, disusunlah rencana program persiapan pembukaan SMK baru. Mengingat kompetensi yang dimiliki oleh 17 guru tersebut dan juga melihat potensi dunia usaha dan industri di propinsi Riau khususnya kota Pekanbaru, maka direncanakan 4 Program Keahlian yang akan dikembangkan yaitu: Teknik Mekatronika, Persiapan Grafika, Rekayasa Perangkat Lunak dan Akuntansi. Semua kegiatan persiapan itu dilaksanakan dengan menumpang tempat di SMK Negeri 2 Pekanbaru tempat  bertugas sebelumnya.

Belum sampai 1 bulan mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, Ayahanda tercinta H. Lukman Hamzah dipanggil Yang Maha Kuasa, tepatnya tanggal 22 April 2007.  Tentunya terasa berat harus kehilangan seseorang yang selalu menjadi “inspirator dan motivator” dalam kehidupan beliau. Namun ibuk kita ini tidak larut dalam kesedihan, pada hari Senin  tanggal 7 Mei 2007 berjumlah 18 orang bersama gugu-guru yang ditugaskan di sekolah baru terebut, berkomitmen akan membuka pintu gedung yang ada dalam semak belukar tersebut yang dinamai dengan SMK Negeri 6 Pekanbaru, dengan demikian sekolah baru ini telah membuka pintu yang selebar-lebarnya bagi calon peserta didik yang memiliki potensi untuk dipersiapkan sebagai calon tenaga kerja yang kompeten.

 

Ketika pintu dibuka, mulailah satu persatu permasalahan terlihat dan memerlukan penanganan dan solusi segera untuk mengatasinya. Mulai dari jalan menuju sekolah yang harus diperjelas karena semak dan berlumpur, penyusunan mobiler yang hanya ada kursi, meja, dan papan tulis, tidak tersedianya peralatan praktek maupun komputer, sumber arus listrik yang masih berjarak 2 Km dari sekolah, tidak memiliki tenaga kependidikan sebagai administrator, penjaga dan petugas kebersihan sekolah, serta banyak lagi keterbatasan dan kekurangan layaknya sebuah sekolah.

Setelah berkoordinasi dengan Pimpinan Kecamatan Tenayan Raya, Pimpinan Kelurahan Kulim, Kapolsek Tenayan Raya dan Ketua RW 09, disepakatilah pada tanggal 12 Mei 2007 warga masyarakat sekitar bergotong royong untuk memperbaiki keadaan jalan menuju dan di sekitar sekolah. Di hari itu mulailah beliau dan para guru lainnya bersosialisasi dengan masyarakat tempatan yang diharapkan dapat mendukung dan turut menjaga keberadaan SMK Negeri 6 Pekanbaru.

Untuk kebutuhan pengembangan 4 Program Keahlian, dengan izin cuti alasan penting dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tanggal 19 Juni 2007, kepala sekolah baru ini berangkat ke Bandung menuju SMK Negeri 1 Cimahi dari tanggal 22 s/d 23 Juni 2007 dan ke Medan menuju Balai Grafika Medan dari tanggal 25 s/d 26 Juni untuk mempelajari dan merencanakan kemungkinan kerjasama dalam pengembangan kurikulum dan tenaga pendidikan. Sementara itu teman-teman guru yang lain disibukkan dengan persiapan penerimaan peserta didik baru dan promosi tentang keberadaan SMK Negeri 6 Pekanbaru ke SMP/MTs terdekat yang ada di kota Pekanbaru.

Dari hasil promosi dan informasi yang disebarkan, maka pada tahun pelajaran 2007/2008 diterimalah peserta didik pertama dengan jumlah 90 orang terbagi dalam 4 program keahlian. Jumlah pendaftar memang tidak memenuhi tempat yang disediakan sejumlah 120 orang saat itu, namun pada tahun pelajaran 2011/ 2012 terdaftar jumlah peserta didik sebanyak 594 orang dengan jumlah alumni 309 orang dari 3 angkatan yang telah lulus dan tersebar di dunia kerja skala lokal, regional dan nasional maupun melanjutkan pendidikan ketingkat lanjutan. Dan saat ini tenaga pendidik dan kependidikan sudah berjumlah 50 orang dengan kualifikasi pendidikan S1 dan S2.

Usaha beliau untuk memajukan sekolah yang dipimpinnya hingga  mencapai kondisi SMK Negeri 6 Pekanbaru sampai pada keadaan sekarang tidak mungkin bisa terwujud tanpa dukungan dan komitmen yang kuat dari seluruh warga sekolah. Mulai dari bantuan generator set ukuran 3 KVA dari komite sekolah pada tahun 2007 hingga 30 KVA dari pemerintah propinsi Riau yang masih dipakai hingga saat ini, jalan tanah yang berlumpur dan berlubang sudah menjadi hitam dan mulus, tersedianya peralatan praktek yang sudah memenuhi jumlah standar minimal untuk 4 kompetensi keahlian, labor komputer, perpustakaan dan tempat ibadah yang juga tersedia, penambahan jumlah ruang belajar dan praktek serta fasilitas lainnya pendukung pembelajaran. Dan tanda-tanda patok penempatan tiang listrik sumber arus dari PLN menuju sekolah sudah terealisasi tahun 2011/2012

 

 

Disela-sela kesibukkan  melaksanakan program pengembangan SMK Negeri 6 Pekanbaru, masih menyempatkan melaksanakan pengembangan diri sebagai anggota pada organisasi keahlian Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Propinsi Riau. Selain itu hari-hari beliau juga lakukan sharing kompetensi melalui organisasi profesi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri kota Pekanbaru sebagai sekretaris. Mengikuti diklat-diklat teknis dan kunjungan ke luar negeri untuk menambah wawasan juga penulis lakukan dengan berkunjung ke China, Thailand, Singapura dan Malaysia baik secara pribadi maupun bersama guru-guru dan kolega.

Sesuatu prestasi lain yang membanggakan dari usaha beliau memimpin SMKN 6 Pekanbaru adalah: setelah menamatkan 78 orang peserta didik pada UN angkatan pertama tahun 2010, sekolah baru terebut memperoleh “Akreditasi A” untuk semua program keahlian. Dan pada tahun 2012 di tahun ke lima usianya menerima sertifikat SMM ISO 9001 : 2008 dari TUV Rheinland Jerman. Prestasi-prestasi lain juga ikut membanggakan dipersembahkan oleh peserta didik dan tenaga pendidik baik tingkat lokal, regional, bahkan nasional di bidang akademis, ekstra kurikuler maupun kompetensi lainnya.

Prestasi lain yang diperoleh Dra. Hj. Dwi Gusneli tahun 2012 dinobatkan sebagai Kepala sekolah berprestasi Propinsi Riau, yang sekaligus membuktikan komitmen beliau untuk memajukan pendidikan kejuruan,  yang pada saat itu beliau  masih menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 6 Pekanbaru.

Bulan Maret 2013, Dra. Hj. Dwi Gusneli, MPSA dilantik sebagai kepala SMK Negeri 2 Pekanbaru.  Tentunya segenap warga SMK Negeri 2 Pekanbaru mengharapkan  pengembangan pendidikan di SMK Negeri 2 Pekanbaru  dapat lebih ditingkatkan, mengingat saat ini beliau memiliki waktu lebih luas untuk mengabdi karena 2 orang buah hati beliau dan suami tercinta tidak lagi menuntut perhatian khusus dari ibunya mengingat anak-anak beliau yang pertama Maulina Fajrini sudah menyelesaikan pendidikan di Teknik Arsitektur Universitas Indonesia Jakarta, dan adiknya Rizqi Hafiz melanjutkan di Jurusan Teknik Informatika Politeknik Caktex Riau ( PCR ) Semoga Allah SWT meridhoi …….. amin.

SMK Negeri 2 Pekanbaru dengan jumlah peserta didik lebih kurang 2300 orang dan 238 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, di awal masa tugasnya beliau mengajak semua warga sekolah untuk berkomitmen lebih meningkatkan prestasi sekolah ini. Mengingat SMK Negeri 2 Pekanbaru yang merupakan sekolah besar dengan label sekolah bertaraf Internasional dengan bantuan invest sudah memiliki prestasi Nasional dengan 15 Paket Keahlian. Dengan perlahan tapi pasti, prestasi sekolah ini satu persatu dapat ditorehkan diantaranya sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Nasional pada Tahun 2013, SMK Negeri 2 Pekanbaru yang merupakan salah satu sekolah penyelenggara implementasi K13, juga sebagai SMK Kluster yang ikut mendampingi SMK-SMK lain dalam implementasi K13 SMK Provinsi Riau.

Tahun 2014 SMK Negeri 2 Pekanbaru merupakan salah satu SMK yang berprestasi sebagai SMK Rujukan terbukti dengan prestasi peserta didiknya di LKS Tingkat Provinsi, Nasional sebagai juara I lomba debat Bahasa Jepang tingkat Nasional di Batam pada tahun 2015 membuat sekolah ini lebih menjadi berprestasi. Dan dengan penyelengara UN CBT pada tahun 2015 SMK Negeri 2 Pekanbaru berhasil meraih penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai sekolah berintegritas tinggi dalam penyelenggaraan UN 2015 dengan peserta ujian 794 orang.

Terakhir sebelum dipindah tugaskan ke SMK Negeri 5 Pekanbaru pada 15 April 2016, bersama timnya beliau sedang mempersiapkan SMK Negeri 2 Pekanbaru sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi tingkat Pertama ( LSP-P1 ) yang diharapkan nantinya dapat memfasilitasi alumni nya dalam memperoleh sertifikasi profesi dibidangnya.

Bertugas ditempat yang baru, seakan memperolah ladang baru yang harus di garap dan dipastikan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih di SMK Negeri 5 Pekanbaru. Sekolah yang masih berbasis teknologi dan rekayasa ini kedepannya ingin dijadikan sebagai kiblat SMK untuk Kota Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya. Kemitraan dengan dunia usaha dan industry menjadi yang utama untuk mencapai keinginan tersebut. Ini dibuktikan dengan diterimanya bantuan dari Astra Honda Motor berupa renovasi bengkel dan peralatan bagi 2 orang alumni SMK Negeri 5 Pekanbaru tahun 2016 yang dinilai sebagai keberhasilan membentuk wirausahawan muda yang sudah dirintis sejak masa sekolah, Semoga prestasi awal ini menjadi pemacu prestasi lainnya yang lebih hebat untuk SMK Negeri 5 Pekanbaru.